Monday, 16 September 2013

Selamat Tidur

Kala kehidupan tak lagi menawarkan jawaban, maka mungkin kematian adalah jalan keluar. Bukan pilihan, pun bukan memilih, jalan keluar itu datang atau lebih tepatnya "dipilihkan". Oleh Nya, yang lebih tahu mana yang terbaik untuk makhluk Nya. Sudahlah jangan berbicara tentang hak untuk memilih atau berdebat tentang siapa wayang dan siapa dalang. Biarkan Dia bekerja dengan caranya dan biarkan Dia bertanggung jawab atas pekerjaannya. Tapi kan...? Tapi apa?! mau menuntut Dia yang mengambil ciptaannya?.


Selamat tidur
Maafkan aku yang tak bisa membenarkan letak bantal mu
Atau sekedar merapikan selimut mu
Yang dulu selalu kau lakukan sebelum aku tidur

Selamat tidur
Tidurlah yang lelap
Tak usah lagi risau dengan dunia
Aku akan menjaga dunia mu, seperti kau dulu menjaga dunia ku saat ku tidur

Selamat tidur
Semoga nisan itu cukup empuk untuk jadi bantal mu
Tanah itu cukup hangat untuk jadi selimut mu
Dan do'a selalu menjaga tidur mu

Ps: Selamat tidur Tek At - Payakumbuh 15 September 2013.

Friday, 29 March 2013

- 25 -



Image by : http://gracedigest.files.wordpress.com


Dalam kubangan nista dosa
Untaian harap kian binasa
Asa melebur bersama semesta

Puncak angan perlahan tertutup senja
Umpama tawa berselimut duka
Lara menari penuh suka cita
Ukir luka tanpa suara
Hingga jiwa seakan tinggalkan raga

Lirih suara dalam do”a
Isak tangis antarkan kata
Mohon ampun penuh seluruh pada pemilik semesta
Aku hamba MU,wahai Sang RAJA


Ps: Tak berbatas terima kasih untuk setiap individu yang selalu ada dalam badai dan tenang.

Tuesday, 19 March 2013

"Post-Abandoned" Syndrome


Image by : http://farm5.staticflickr.com


Dan jarak bukanlah soal, ada sesuatu yang lebih besar dari sekedar yang tampak dan bisa dilakukan. Tidak terukur dan sulit dijabarkan, hanya dapat dirasai. Sang pemilik punya kuasa absolut atas rasa itu, tak satupun diluar dirinya yang mampu menerjemahkan dan ikut merasai. Mata hanya bisa melihat kesedihan tapi tidak kedukaan, mata hanya bisa menangkap linangan air mata tapi tidak sesaknya isak tangis, mata hanya bisa merekam kesendirian tapi tidak kehampaan dan mata hanya bisa mengerti gerak tidak rasa. Hati adalah tempat semua rasa bermuara, bertemu dan bercampur sebelum terasing dan mendekam dibawah samudera. 

Ini bukan soal ribuan langkah yang membentang antara kita
Pun tentang lintang dan bujur yang tidak lagi beririsan
Jarak hanya tentang geografis yang terukur

Bukan suara yang tidak lagi terdengar
Begitupun wujud yang tidak lagi nyata
Hanya sebuah keadaan yang kembali pada ketiadaan

Jauh tidak menyiksa
Pergi tidak menyakitkan
Tiada tidak menyedihkan

Tapi apa yang lebih biru dari kesepian
Tapi apa yang lebih hitam dari kesendirian
Dan apa yang lebih membunuh dari keikhlasan


Ps: Untuk seorang sahabat yang berduka atas "kembali"-nya Ayahanda tercinta dan untuk diri sendiri yang sedang terombang - ambing badai selatan. 






Friday, 8 March 2013

Hello and Bye !!!

Image by : staffordshirefurnitureshop.com



"Selamat datang, selamat membaca dan silahkan pergi!"


Ketidakpedulian mungkin terdengar sedikit kejam, namun ini lah yang ingin penulis utarakan melalui blog ini, ke"acuh"an yang bisa mungkin memberi sedikit arti dalam rongga kosong kehidupan kita.

"Hello and Bye"  judul tulisan ini bukannlah tanpa makna. "Hello" sapaan sopan yang berbasi untuk memulai omong kosong yang selalu kita lalukan nyaris setiap saat, dan "Bye" nada kelegaan saat semua berakhir dan beranjak ke Hello-hello yang lain.

Ini bukanlah awal dan akhir namun ini sebuah harapan hampa yang harap bisa bermakna. Bye!!